Api Penyucian

Refleksi iman bersama Romo. G Notobudyo, Pr

Bulan November adalah bulan menjelang akhir tahun liturgi. Maka Gereja mengajak kita berfokus pada tujuan akhir perjalanan hidup kita.

Tanggal 1 November adalah hari raya para orang kudus, mereka yang sudah sukses menjalani hidup di dunia ini. Santo Paulus menyebut mereka sebagai orang-orang yang telah menang dalam perlombaan di dunia ini dan telah menerima pahala di sorga!
Selanjutnya tanggal 2 November sampai akhir bulan adalah hari-hari untuk mendoakan jiwa-jiwa yang suci tetapi belum masuk sorga, karena masih mempunyai “hutang” yang masih harus diputihkan, di “tempat” yang disebut purgatorium, “tempat” pembersihan, yang sering kita sebut api penyucian. Seperti emas yang tidak murni harus dimurnikan dengan api.

Apakah api penyucian itu Alkitabiah? Ya! Di dalam Kitab Suci sedikitnya ada 2 kutipan yang menunjuk ke sana. Yaitu: 2 Makabe 12,43-46 yang isinya Yudas Makabe mengumpulkan uang 2000 dirham yang lalu dikirim ke Yerusalem agar dipersembahkan kurban untuk kurban silih bagi para tentara yang gugur. Wahyu 21,27: Allah begitu Mahakudus dan Bait-Nya begitu kudus, ……… sehingga tidak akan masuk kedalamnya sesuatu yang najis ….!

Siapa yang masuk api penyucian? Dalam Katekismus Katolik baru no 1030 dikatakan: orang yang masuk api penyucian adalah mereka yang dosa-dosanya sudah diampuni (dengan sakramen pengampunan) namun kerusakan akibat dari dosanya belum diperbaiki. Ingat dalam doa tobat: saya berjanji tidak akan berbuat lagi dan akan memperbaiki dosa-dosaku! Akibat dosa belum diperbaiki,umpama: mencuri belum dikembalikan, merugikan belum diganti rugi, menyakiti hati orang belum disembuhkan dsb. Mereka ini belum pantas masuk sorga, sebelum “hutang-hutangnya” diputihkan (Why 21,27!)

Akhir-akhir ini terbit banyak buku yang membahas api penyucian.
Romo FX.Schouppe SY dalam bukunya tentang: Apa benar Api penyucian itu ada? Mengutip pengajaran dan kesaksian para Bapa Gereja dan Santo-Santa, yang mengatakan bahwa api penyucian itu betul-betul ada. Mereka bahkan menceritakan penglihatan mereka tentang api penyucian, bagaimana keadaan dan suasana disana. Santa Katarina dari Genoa (1447—1510) mengatakan bahwa derita di api penyucian amat sangat dahsyat! Api penyucian seperti ruang tunggu sorga. Santa Theresia (1515-1582) dalam bukunya Puri Batin mengatakan hukuman di api penyucian adalah perasaan kehilangan Tuhan yang sangat menyakitkan. Santo Beda dan Santo Belarminus mengatakan, derita yang sangat besar adalah sesal batin yang tak kunjung henti.

Romo FX.Schouppe SY juga menulis tentang 7 cara menghindari api penyucian. Kiranya sangat perlu kita memperhatikan buku ini, karena hampir pasti kita semua setelah dipanggil Tuhan akan “masuk” api penyucian ini. Ada yang beberapa bulan tetapi juga ada yang ratusan tahun. Kesaksian yang paling lengkap dan orisinil adalah kesaksian dari ibu

Maria Simma, yang sejak tahun 1940-2004 setiap hari didatangi jiwa—jiwa dari api penyucian, dan pengalamannya selama lebih 60 tahun itu ditulis dalam bukunya: Jiwa-jiwa dari api penyucian bercerita kepadaku. Dari interview dengan ibu Maria Simma ini telah ditulis pula: “Rahasia jiwa-jiwa di api penyucian” tulisan Suster Emmanuel dan “bebaskanlah kami dari sini” tulisan Nicky Eltz dengan kawan-kawannya. Disamping itu masih ada beberapa buku doa untuk jiwa-jiwa di api penyucian. Mengapa kita harus mendoakan jiwa-jiwa di api penyucian? Karena mereka ini jiwa-jiwa yang tak berdaya untuk dapat menyucikan “hutang-hutangnya”. Mereka hanya dapat menunggu dan menunggu sampai kita yang di dunia ini memohonkan pemutihan bagi mereka. Dan tiap hari ratusan juta orang masuk api penyucian tetapi hanya sedikit sekali yang mendoakan mereka. Marilah kita doakan mereka dan kitapun akan mendapat pahala. Ini adalah kesaksian ibu Maria Simma.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: