Banyak Murid Meninggalkan Yesus

Refleksi iman bersama Romo Simon Atas Wahyudi, Pr.

Ungkapan yang menjadi judul renungan di atas dikutip dari salah satu perikop bacaan Injil, y.i.: pada hari Sabtu Paskah III. Kita diingatkan bahwa menjadi murid Yesus ternyata banyak tantangan dan hambatan, sudah sejak zaman Gereja Perdana; bahkan sejak Yesus masih tinggal bersama dengan murid-muridNya.

Sesudah Yesus mengajar di Rumah Ibadat di Kapernaun; banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” Lalu Yesus bersabda; “Sebab ini telah Kukatakan kepadamu. Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia” (Yoh 5:59, 60, 65-66).

PERKATAAN YANG KERAS

Para murid mengikuti Yesus dengan berbagai macam motivasi. Mau ikut berjuang membebaskan Israel dari penjajahan. Mau merasakan keberhasilan dan kemuliaan kepemimpinan / kekuasaan Yesus. Pergulatan selama tiga tahunan bersama Yesus menjadikan motivasi para murid dimuridkan. Bagi Yesus tidak mudahlah memformat budi dan hati mereka agar semakin murni dan sempurna, semakin selaras dengan apa yang dicita-citakan sang Guru. Kerap sekali Yesus kecewa atas kedegilan dan kedangkalan mereka dalam memahami dan mengerti cita-cita, sabda dan ajaran Sang Guru.

Ketidakmampuan menangkap sabda dan ajaran inikah yang sering membuat mereka melihat / menganggapnya cita-cita dan kata-kata Yesus itu “keras”? Atau disposisi batin para murid-lah yang menjadikan mereka tidak sanggup/siap untuk menerima semua perkataan Yesus, sehingga banyak dari antara mereka mengatakan: “Perkaatan ini keras, siapa yang sanggup mendengarkannya?”

Perkataan manakah yang dianggap “keras” bagi para murid? Sabda dan ajaran Yesus tidak hanya disampaikan untuk di dengarkan, tetapi terlebih dimaknai dan bisa mengubah cara-gaya hidup para murid. Jangan-jangan saat ini juga banyak murid-murid Yesus yang mendapatkan “kata-kata keras” itu dari para penerus kelompok para rasul? Jangan-jangan kata-kata keras itu tampak lagi dalam berbagai rumusan baru pada zaman ini? Atau justru disposisi batin murid-murid zaman ini yang tidak kokoh untuk menerima setiap sabda yang keluar dari pengajaran Yesus?

BANYAK MURID MENINGGALKAN YESUS

Ketidak-mampuan menerima perkataan Yesus ternyata bisa membuat para murid putus asa karena dirasakan berat mengikuti Yesus, dan bahkan pergi meninggalkan Dia. Tidak jelas alasannya; apakah karena memang perkataan Yesus secara obyektif keras; atau justru karena kekerdilan dan kerapuhan hati para murid sendiri?

Menjadi murid dibutuhkan ketahanan mental yang luar biasa. Pada saat Yesus masih ada, para murid harus siap mental dikecam orang-orang Yahudi dan para petingginya. Murid-murid pada zaman inipun tidak kalah, juga membutuhkan ketahanan mental yang luar biasa. Keluarga merupakan tempat pendidikan iman pertama dan utama dalam menanamkan iman dan spiritualitas. Orang tua zaman ini menjadi formatur bagi anak-anak sejak dini. Dengan mempermandikan selagi masih bayi, menyiapkan untuk Sambut Pertama, dibantu menyiapkan Sakramen Krisma, dan akhirnya dihantar ke jenjang Perkawinan di hadapan imam dan dua saksi merayakan Sakramen Perkawinan Suci.

Ketidakmampuan orang-tua menanamkan pondasi yang kuat dalam iman dan spiritualitas, bisa berakibat anak menjadi rapuh. Dampaknya a.l. anak-anak bisa meninggalkan Yesus pada saat-saat persiapan atau bahkan setelah orang-tua selesai mewariskan semua nilai kristiani itu pada anak-anak. Ketangguhan untuk tetap menjadi murid Yesus teruji ketika seorang murid dihadapkan pada dua peristiwa peristiwa hidup; yakni pilihan saat masuk ke jenjang Kerja dan Perkawinan. Tidak jarang Pekerjaan dan Perkawinan ingin dia peroleh, dengan pertaruhan melepas ke-murid-annya. Dia lebih memilih pekerjaan daripada Yesus, dia lebih mengutamakan perkawinan daripada cara hidup sebagai murid Yesus. Alhasil?

TUNTUTAN HIDUP MURID-MURID YESUS ZAMAN INI

Panggilan para murid zaman sekarang tidak mudah. Oleh sebab itu harus dikuatkan oleh rahmat. Hari-hari ini kita sedang menanti kedatangan Roh Kudus. Mari mohon agar iman dan spiritualitas kemuridan kita dikuatkan dan diterangi agar mampu memenangkan dunia. Untuk memenangkan dunia pada zaman ini; para murid dituntut untuk memiliki berbagai keutamaan, a.l.:

  1. Punya dasar hidup iman kristiani yg kuat. Mempunyai bekal dan senantiasa memperbaharui norma pergaulan dan etiket.

  2. Mempunyai ritme dan kontinyuitas kegiatan rohani: doa, ekaristi, dll. Kita beruntung sudah memiliki kapel Adorasi, tempat dimana kita bisa membina relasi yang intens dengan sang Guru. Relasi yang intens ini mengokohkan kita dalam menghayati misi membawa damai dan kemajuan.

  3. Realitas dan selalu berusaha bertanggungjawab terhadap apa yang kita rencanakan dan perbuat.

  4. Mempunyai lingkungan pergaulan sehat, tetapi mampu membawa kebenaran bilamana dia harus hidup dalam lingkungan yang menantang dan tidak sehat.

  5. Empan papan, saran, wayah, dll; bisa menempatkan diri sebaik mungkin.

  6. Seimbang dan dewasa, mandiri dan berprinsip. Dalam hal ini tugas orang-tua katolik tampak menjadi tidak ringan.

  7. Mempunyai cita-cita hidup; tidak mengisi dan menghayati hidup “asal jalan”.

  8. Selalu berusaha untuk bersahabat dan memahami orang-lain, serta menghindari kebiasaan buruk.

  9. Peka dan mengembangkan sikap kritis dalam hidup bersama, baik di dalam keluarga, di lingkungan, dalam pekerjaan dan di dalam masyarakat.

  10. Mampu bersaing dengan dunia secara positif dan sehat/sportif. Tidak ada rumus dalam diri para murid “bersaing dengan cara saling menjatuhkan dan memfitnah”.

“Selamat berkembang menjadi murid yang sejati, yang tidak mudah rapuh dan meninggalkan Sang Guru”.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: