Visi-Misi Paroki Kumetiran 2007-2009

A. SITUASI DAN TANTANGAN
Realitas kehidupan umat Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Ber­cela Kumetiran saat ini ditandai dengan menurunnya kesejatian hidup yang menyebabkan rendahnya kemauan ber­­tang­gung­jawab atas perwujudan hidup beriman, ke­inginan berusaha men­jadi sarana dan tanda cinta kasih Allah dan kesa­dar­an melaksa­nakan tanggungjawab ber­iman. Hal itu masih dibarengi pula dengan kurangnya soli­daritas, komu­nikasi dan strategi kerja­sama, yang disertai de­ngan rasa puas diri mem­pertahankan status quo dan keta­kutan berkor­ban dalam hidup menggereja maupun memasyarakat.

Namun dalam kondisi semacam itu, ada pula suatu fenomena yang menggem­birakan. Umat yang duduk dan ber­sim­puh di sekitar altar Yesus Kristus Paroki Hati Santa Pera­wan Maria Tak Ber­cela Kumetiran untuk menimba anuge­rah cinta ka­sih dari Allah bertambah. Pelayan-pe­layan yang setia me­lak­sanakan “pengisian tempa­yan” cinta kasih pun bertambah. Ada kehausan dari sebagian umat Paroki Hati Santa Maria Tak Ber­cela Kumetiran akan nilai-nilai rohani bagi pengembangan keseja­tian hidup mereka.

Tantangan modernisasi yang membawa industrialisasi dan glo­­balisasi dengan ke­ma­juan teknologi berdampak positif bagi per­­­adaban, tapi sekaligus memberikan efek negatif bagi terjadinya bu­da­ya serba cepat kadang tanpa kontrol nilai, norma maupun iman, maka kebu­tuhan umat untuk mengem­bang­kan kesejati­an hidup seca­ra rohani dan jasmani serta kebutuhan informasi yang benar dan cepat, jumlah kaum muda yang meningkat dan ber­se­ma­ngat, memben­tuk tuntutan agar Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Ku­metiran menjadi Gereja yang lebih mela­yani dan me­masya­ra­kat.

Menjawab kebutuhan dan tantangan tersebut, Paroki Hati Santa Perawan Ma­ria Tak Ber­cela Kume­tiran memiliki cita-cita kolektif seluruh umat beserta langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai cita-cita tersebut dan perlu diketahui oleh seluruh umat dan Dewan Pa­roki agar dapat dipergunakan sebagai pedoman langkah hidup ber­­paguyuban.

B. VISI
Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran ingin menjadi Gereja yang tertata dalam reksa pastoral, terbina dalam iman, tergerak dalam kasih dan bersama-sama sebagai persekutuan umat Allah terarah pada Kerajaan Allah.

C. MISI
Demi tercapainya visi yang telah disebutkan di atas, beberapa lang­kah konkret yang per­lu dilakukan:

  1. Membina dan mendampingi keluarga-keluarga agar dapat men­­­jadi basis hidup menggereja dan memasya­ra­kat.
  2. Membangun komunitas persaudaraan yang kokoh imannya dan berakar pada kitab suci, tradisi kristiani, sakramen-sakra­men serta kebudayaan setempat.
  3. Membangun paguyuban mulai dari keluarga, lingkungan, wila­yah, paroki, komu­nitas basis gerejawi melalui pola kepe­mim­pinan yang partisipatif, transformatif dan em­po­wering (mem­­berdaya­kan).
  4. Membangun solidaritas proaktif bagi mereka yang lemah, men­derita dan tersingkir serta membela kehidupan dan marta­bat manusia seba­gai citra Allah.
  5. Membentuk orang-orang kristiani yang tangguh, dapat di­per­caya, setia, mempunyai dedikasi, berjiwa misioner, mampu men­­jadi garam yang mengasinkan dan pelita yang menerangi masyarakat, melalui pendidikan iman dan kaderisasi berkelan­jutan.
  6. Membuka diri dalam dialog kehidupan dan karya dengan se­mua orang yang berke­hendak baik, serta membina persau­daraan sejati.

D. FOKUS PASTORAL
Agar cita-cita dan langkah-langkah yang telah ditetapkan di atas dapat dijalankan oleh semua pengurus dewan paroki secara kompak, reksa pastoral difokuskan pada:
1. Pastoral keluarga.

Menangani pentingnya pembentukan nilai-nilai dalam keluar­ga, seperti: pengha­yat­an iman bersama, keterbukaan dalam be­relasi dan berkomunikasi, kesetiaan, meng­­hormati kehidupan, pendi­dik­an kristiani dalam keluarga, yang semuanya itu di­perlukan dalam mewujudkan tanggungjawab hidup beriman.

2. Pastoral kaum muda.

Pembinaan generasi muda dari kanak-kanak hingga dewasa se­cara berkesi­nam­bung­an dengan memperhatikan: pening­kat­an ke­giatan rohani, keterlibatan dalam masyarakat dan Gereja serta kaderisasi sebagai langkah menggali kemam­pu­an me­lak­sanakan tanggungjawab hidup beriman.

3. Katekese integratif dan kontekstual.

Katekese tidak hanya untuk para calon baptis dan calon kris­ma tetapi juga berlaku un­tuk seumur hidup, dengan memper­hatikan: perlunya pertobatan terus-menerus, solidaritas de­ngan sesama terutama yang miskin dan lemah, keterlibatan da­lam masyarakat sebagai aktualisasi iman agar umat mampu menjadi tanda dan sarana penyalur berkat dan cinta kasih Al­lah.

E. PRIORITAS 2007-2009
Dengan visi, misi dan fokus pastoral yang telah ditetapkan, se­bagai bagian dari paguyuban umat Allah yang lebih luas, yaitu Ke­­uskupan Agung Semarang (KAS), Paroki Ku­me­tiran ber­par­ti­sipasi men­dukung Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang 2006-2010. Mengikuti agenda Ardas KAS tersebut, prio­ritas De­wan Pa­roki Kumetiran, adalah:
Tahun 2007 Kesejatian hidup keluarga sebagai basis hidup beriman.

  1. Kesejatian hidup keluarga katolik terbangun dari per­sekutuan se­orang suami dan seorang istri (mo­noga­mi) dalam ikatan cinta kasih Allah.
  2. Kesejatian hidup keluarga katolik simbol pohon cinta kasih Allah yang melahirkan anak yang merupakan bu­ah kasih Allah.
  3. Kesejatian hidup keluarga sebagai pohon cinta kasih mau­pun anak sebagai buah kasih Allah perlu peme­li­haraan secara rohani dan jasmani agar kelak mengha­silkan orang-orang muda sebagai tunas kasih Allah.
  4. Keluarga sebagai bagian gereja dan masyarakat me­ngem­bangkan kesejatian hidup dalam keseimbangan pe­menuhan kebutuhan rohani dan jasmani lewat usaha dan doa bagi terwujudnya gereja dan masyakat masa depan sejati.
  5. Kesejatian hidup keluarga ditimba bersama Yesus Kris­tus melalui liturgi, sakramen dan doa bersama.
  6. Kesejatian hidup keluarga dibangun melalui pem­­bi­naan re­lasi, komu­ni­kasi, solidaritas, pe­ngem­­bang­an keuta­ma­an manusiawi dan ro­hani, antar anggota keluarga dan da­lam hidup menggerejaa dan me­masya­rakat.

Tahun 2008 Kesejatian hidup anak dan remaja sebagai pe­wa­­ris dan penerus hidup beriman.

  1. Kesejatian hidup anak dan remaja dari keluarga katolik diper­siap­kan melalui pene­rimaan sakramen baptis yang mengungkapkan tang­gungjawab orangtua dalam rang­ka pewarisan iman.
  2. Kesejatian hidup anak dan remaja dibentuk melalui pem­­­­­binaan dan pendampingan iman anak secara ber­ke­lompok dan berkelanjutan untuk mempersiapkan saksi-saksi iman akan cinta kasih Allah.
  3. Kesejatian hidup anak dan remaja melalui perjumpaan, relasi dan komu­nikasi anak dengan Al­lah se­cara pribadi perlu difasilitasi se­bagai bekal pe­zia­rahan hidup meng­gereja mereka.
  4. Kesejatian hidup anak dan remaja diperkuat melalui Pen­­didikan for­mal, non-formal dan informal untuk me­num­buhkan watak dan pe­ri­laku umat dan ma­syarakt masa depan yang sejati.
  5. Kesejatian hidup anak dan remaja diperhatikan melalui keterlibatan anak dan remaja dalam kegiatan meng­ge­reja dan memasyarakat.

Tahun 2009 Kesejatian hidup kaum muda sebagai pengem­bang hidup beriman.

  1. Kesejatian hidup kaum muda yang penuh daya di­tempuh melalui pendidikan berkelanjutan sehingga me­ngua­sai ilmu penge­tahuan dan teknologi meru­pakan ka­derisasi pembangun Gereja dan ma­syarakat ma­sa de­pan.
  2. Kesejatian hidup kaum muda dipelihara melalui du­kung­an untuk me­ne­ri­ma perutusan me­n­jadi saksi Kris­tus yang terlibat dan ber­juang aktif me­negak­kan perda­maian dan keadilan, memeli­ha­ra iman dan tradisi kris­tia­ni.
  3. Kesejatian hidup kaum muda diperkuat melalui du­kungan terha­dap kaum muda untuk terjun di te­ngah-tengah masya­ra­kat menim­ba pendidikan ka­der mem­ba­ngun watak (charac­ter building), spi­ritualitas yang utuh (spi­rituality formation), memba­ngun komunitas (com­munity development).
  4. Kesejatian hidup kaum muda diperhatikan melalui ke­terlibatan ka­um muda dalam segala ke­giat­an meng­gereja dan memasyarakat untuk kelak dapat berperan men­jadi saksi-saksi iman, pewarta ka­bar gembira dan Kera­jaan Allah.
Iklan
%d blogger menyukai ini: