Kristus Bangkit membikin hidup lebih hidup

Refleksi Iman Bersama Romo FX. Sugiyono, Pr.

Setiap orang pasti ingin hidup. Keinginan seperti ini terasa betul ketika orang itu sakit atau menghadapi ajal. Pernah saya memiliki seorang teman, dia masih mahasiswa waktu itu, dia kena kanker otak dan oleh dokter dinyatkan hidupnya tinggal beberapa tahun lagi. Saat demi saat ia bergumul dengan maut sambil merintih: aku ingin hidup. Mengharukan karena ternyata dia akhirnya meninggal, tetapi di saat sakratul mau, ia masih bisa berbisik: aku ingin hidup. Juga beberapa hari yang lalu ada seorang narapidana perempuan yang dieksekusi hukuman mati karena kasus multilasi. Dia memang salah, tetapi dalam penyesalannya dia pun masih mengharapkan bisa menikmati hidup meskipun akhirnya eksekusi tetap dilakukan.

Saudara-saudara, saya yakin tidak hanya teman saya dan juga orang yang dihukum mati itu yang ingin hidup. Kitapun ingin hidup kalau perlu hidup panjang. Itulah sebabnya kita berusaha menjaga dan mempertahankan hidup ini. Kalau sakit, ya berobat, kalau lelah ya pijet, kalau kena asam urat atau koresterol ya diet, kalau gemuk ya ikut program pelangsingan, kalau kurus ya program penggemukan, ada orang yang sebagian besar hidupnya tidak pernah lepas dari obat dan perawatan dokter, sekali lagi semua itu juga untuk mempertahankan dan memperpanjang hidup.

Tentu harapan orang tidak hanya berhenti pada keinginan untuk hidup dan mempertahankan hidup. Orang ingin hidup lebih baik, hidup lebih bahagia, hidup lebih sukses, hidup lebih sehat dan sebagainya. Pendek kata orang tidak ingin hanya sekedar hidup. Itulah sebabnya rokok star mild punya slogan MEMBIKIN HIDUP LEBIH HIDUP. Dan kebetulan juga ada sebuah buku yang dikarang oleh Alain de Botton yang judulnya sama yaitu BAGAIMANA MEBIKINI HIDUP LEBIH HIDUP. Alain mengatakan bahwa kita tidak kuasa untuk memilih dilahirkan dari keluarga kaya atau papa, terhormat atau bangsat, di kota atau desa, normal atau cacat, tetapi bagaimanpun juga ia mengatakan hidup ini bisa diubah menjadi lebih hidup, tentu saja dengan suatu syarat, mudal dari mengenal diri apa adanya, menikmati waktu, mengatasi penderitaan, mengolah emosi, menjadi sahabat bagi yang lain dan mengembangkan cinta. Dengan syarat-syarat itu, Alain hendak menegaskan kepada kita bahwa kehidupan akan berkembang menjadi lebih baik kalau hidup ini bisa disikapi secara benar dan tepat.

Apa yang disampaikan oleh Alain de Botton itu bisa kita terima. Tetapi sebagai orang beriman, memperoleh kehidupan seperti itu tetap belum cukup memadai. Ada satu kehidupan lain yang diperjuangkan dan sekaligus ditawarkan oleh Yesus kepada kita yaitu kehidupan kekal. Yesus tahu bahwa banyak orang telah menikmati hidup, Yesus juga tahu bahwa kehidupan tidak berhenti di situ, kehidupan akan tetap berlangsung sampai pada kehidupan yang kekal. Itulah sebabnya Yesus berjuang dan sekaligus membuka jalan agar orang dapat memperoleh kehidupan yang kekal.

Menurut Yohanes hidup kela tidak pernah digambarkan sebagai hidup akhirat, sebab berarti mengenal Allah satu-satunya. Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah diutusNya (Yoh. 17:13) Mengenal dalam kitab suci tidak hanya berarti mengetahui tetapi mempunyai hubungan erat dan akrab. Maka hidup kekal berarti hidup dalam persekutuan atau dalam perdamaian dengan Tuhan. Atau menurut Paulus, hidup kekal berarti hidup dengan dan bagi Allah. Dengan demikian hidup kekal buka pertama-tama menekankan hidup panjang, hidup sehat atau berhasil dalam hidup tetapi terutama lebih soal mutu, kualitas dan isi hidup. Hidup inilah yang diperjuangkan oleh Yesus melalui peristiwa sengsara, wafat dan akhirnya bangkit.

Maka setiap Hari Raya Paskah kecuali kita merayakan kebangkitan Tuhan kita juga merayakan suatu kehidupan kekal yang diperjuangkan dan ditawarkan oleh Yesus itu. Yesus mengajak kita agar hidup kekal hendaknya menjadi orientasi setiap orang. Salah satu implikasi dari hidup kekal adalah hidup yang peduli pada kehidupan bersama. Dunia kita ini diwarnai oleh masalah-masalah sosial: ketidakadilan, korupsi, ketidakjujuran atau segala bentuk ketidakpedulian terhadap sesama. Orang melakukan itu semua demi memperjuangkan hidup atau demi kesuksesan hidup. Berhadapan dengan masalah-masalah seperti itu tidak sedikit orang yang ikut arus, ikut korupsi, ikut tidak jujur. Tetapi di lain pihak ada juga yang bertekad untuk membangun habitus atau keadaban baru yaitu keadaban yang mengedepankan keadilan dan kepedulian sosial.

Paskah ini diharapkan menegaskan tekad untuk ikut membangun keadaban yang menekankan kasih, keadilan, solidaritas dan kejujuran. Dengan demikian kehidupan kekal semakin mendapat perwujudannya di dunia ini dan akhirnya akan menjadi sempurna dalam kehidupan kelak. Melalui penebusan-Nya, Kristus telah membuka hidup kekal dan akhirnya melalui kebangkitan-Nya. Ia juga telah menumbuhkan harapan dan kekuatan untuk mencapai kehidupan kekal.

Selamat menempuh perjalanan menuju hidup kekal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: