Maria Bunda Sakramen Mahakudus

Refleksi Iman bersama Romo G. Notobudyo, Pr. 

Sebentar lagi kita memasuki bulan Mei, bulan Maria. Kiranya ada baiknya kita mengetahui julukan atau belar Bunda Maria, Bunda Sakramen Mahakudus. Gelar ini baru diumumkan tahun 1868, walau sebenarnya sudah amat lama hal ini diimani Beato Peter Yulian Eymard (1811-1868) dari Marseille Perancis adalah pemrakarsa penghormatan Bunda Maria sebagai Bunda Sakramen Mahakudus.  

Setelah selama 13 tahun sejak tahun 1855 Peter Eymard mempraktekkan devosi ini dnegan para imamnya dan para novis di biara St. Maurice di Marseille, maka pada tanggal 1 Mei 1968 ia membuka devosi ini kepada kaum awam. Dalam khotbahnya ia mengatakan: “Kita wajib menghormati Bunda Maria sebagai Bunda Sakramen Mahakudus setiap harinya, khususnya pada bulan Mei! Bersama beberapa rekannya Peter Eymard mendirikan beberapa kapel di samping gereja untuk mengadakan penghormatan khusus kepada Sakramen Mahakudus bersama Bunda Maria, Bunda Sakramen Mahakudus.  

Banyak jiwa-jiwa yang menderita mendapatkan jalan keluar, terutama orang berdosa kembali ke pangkuan Tuhan, setelah adorasi kepada Sakramen Mahakudus bersama Bunda Maria. Sejak itu berkembang devosi yang indah kepada Bunda maria, Bunda Sakramen Mahakudus di kalangan umat (Gambar atau patungnya adalah Bunda Maria menggendong kanak-kanak Yesus yang membawa monstran berisi Hosti Suci).  Umat semakin menghayati Bunda Maria dalam segala aspek kehidupannya, bagaimana kehidupan Bunda Maria di Nazaret, bagaimana mendapatkan hiburan dan kekuatan dengan merenungkan tujuh duka Maria, termasuk kehidupan Maria dalam Senakel.

Setelah kenaikan Puteranya ke surga, Maria hidup selama bertahun-tahun dalam Senakel bersama Puteranya Yesus dalam Sakramen Mahakudus. Seperti ditulis dalam Kisah para Rasul 2,42: “Mereka bertekun… dalam pemecahan roti!” Maria menemukan kembali dalam Ekaristi, buah kandungannya yang diberkati dan dalam persatuan dengan Ekaristi hari-hari bahagia di Betlehem dan di Nazaret dialaminya kembali. Mereka yang rindu untuk bersatu akrab dengan Sakramen Mahakudus dalam kehidupannya, pasti otomatis menemukan pula Bunda Maria sebagai Bunda Sakramen Mahakudus.  

Kapel Sakramen Mahakudus di pastoran Kumetiran diharapkan dapat menjadi Senakel, di mana kita ditemani dan dibimbing oleh Bunda Maria bersembah sujud kepada Sakramen Mahakudus, semakin mengasihiNya dan mendapatkan berkatNya yang berlimpah.   

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: